Dialog Sinergitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk mengurangi kasus kekerasan terhadap anak

Saat ini Kota Salatiga telah memperoleh predikat sebagai Kota Layak Anak. Predikat ini memang menjadi suatu kebanggaan, namun harus diikuti juga dengan tanggung jawab dari semua elemen, terkait pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang.  Untuk mempertahankan predikat tersebut, sebagai salah satu upaya, DP3A Kota Salatiga selaku Leading Sector mengadakan Dialog Sinergitas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai salah satu implementasi nyata dari apa yang teramanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, yakni mengenai Perlindungan Anak.

Hingga saat ini, pemenuhan hak-hak anak tersebut belumlah berjalan secara maksimal, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, yang dalam hal ini Kota Salatiga. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih ditemukannya laporan mengenai kekerasan terhadap anak. Bahkan menapaki awal Tahun 2020 ini, sudah ada laporan mengenai hal tersebut.

“Untuk menekan angka kekerasan terhadap anak, saya berharap supaya kita dapat bersinergi untuk melakukan upaya-upaya baik secara promotif, preventif maupun represif. Dimana salah satunya melalui pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya pencegahan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak. Mengingat betapa pentingnya PATBM, saya berharap supaya jaringan ini dapat segera terbentuk serta berkontribusi nyata di Kota Salatiga” kata Ibu Sri Satuti, Staf Ahli Walikota bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kesra pada saat mewakili Walikota Salatiga untuk membuka acara tersebut.

Please follow and like us: