Sosialisasi Pencegahan Trafficking dan Kejahatan Seksual terhadap Anak untuk menggugah kepedulian masyarakat

Dalam rangka meningkatkan pemahaman guna menggugah rasa kepedulian akan bahayanya tindak perdagangan manusia dan kejahatan seksual terhadap anak, pada tanggal 21-22 November 2018, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Trafficking dan Kejahatan Seksual terhadap Anak.

Kegiatan yang  bertempat di Ruang Kaloka Gedung Setda Lantai 4 Jl. Letjen Sukowati No. 51 Salatiga, menghadirkan fasilitator  dari Yayasan SAMIN Bantul, Odi Shalahudin dan Eko Roesanto,SH dari KPK2BGA Provinsi Jawa Tengah. Peserta sejumlah kurang lebih 150 orang dari berbagai bidang baik pendidikan, Kesehatan dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias hingga akhir kegiatan. Diharapkan dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi tersebut peserta akan lebih peduli dan dapat mensosialisasikan ke masyarakat di sekitarnya tentang traficking dan kejahatan seksual terhadap anak.

Please follow and like us:

Menghidupkan kembali Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)

   

Kegiatan Koordinasi Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dilaksanakan pada tanggal 9 November 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 46 personil mewakili 23 Kelurahan dari 4 Kecamatan yang berada di Kota Salatiga. Kegiatan dibuka oleh Kasi Pemenuhan Hak Anak dan Peningkatan Kualitas Hidup Anak (PKHA)  Dinas P3A Ibu Dra. Erwati selaku “Tuan Rumah”. Sedangkan rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Bidang Kesejahteraan dan Pelindungan Anak Dinas P3A Ibu Dra. Sulastri Wiryaningsih, M.Pd.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangunkan kembali kegiatan di BKM yang selama ini “tidur”. Dalam kesempatan itu pemimpin rapat memberikan kesempatan kepada para pengurus BKM untuk menyampaikan uneg-unegnya berkaitan dengan kondisi BKM di daerahnya. Hampir sebagian besar peserta rapat yang notabene adalah pengurus BKM mengeluhkan keberadaan BKMnya yang seolah olah tidak mempunyai induk sebagai tempat untuk bernaung. Sering juga BKMnya hanya dijadikan sarana politik untuk memperoleh simpati oleh beberapa politikus.

Memang semenjak Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Keluarga Berencana dan Ketahanan Pangan dipecah menjadi 3 OPD yakni Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak dan Dinas Pangan, kegiatan “ Pemberdayaan Masyarakat ” menjadi seolah olah hilang dan tidak ada lagi yang mengurusnya. Berangkat dari hal tersebut hendaknya permasalahan ini menjadikan pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Salatiga untuk mencarikan lagi “induk” bagi BKM pada khususnya dan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat pada umumnya.

Please follow and like us: