Pemberdayaan Perempuan Melalui Pelatihan Ketrampilan Memasak

Salatiga – Dalam rangka mensukseskan Program Pemberdayaan Perempuan di Kota Salatiga, Pada hari Selasa s/d Kamis, tanggal 24 s/d 26 April 2018 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Ketrampilan Memasak dengan bahan dasar dari Ubi. Kegiatan yang di laksanakan di rumah dinas Walikota Salatiga tersebut diikuti oleh perwakilan perempuan dari keluarga kurang mampu sebanyak 100 orang dengan harapan peserta dapat memperbaiki taraf hidup dengan ketrampilan memasak yang di dapat dari pelatihan tersebut.

Dengan mendatangkan narasumber yang tak diragukan lagi kemampuannya dalam mengolah bahan – bahan lokal adalah Kristin Anggriani, pengusaha “Brownies Ndeso Kris Kris” yang produknya sudah banyak di kenal masyarakat, peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan tersebut. Menu yang dipilih dalam pelatihan pun tergolong unik tapi bercitarasa, yaitu Brownies dan Bakpao dengan bahan dasar ubi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Kota Salatiga, Dra. Sri Satuti, MM.  berharap dengan dilaksanakannya kegiatan pelatihan memasak tersebut masyarakat perempuan dari kurang mampu di Kota Salatiga dapat lebih mandiri dalam meningkatkan taraf hidup keluarganya dan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga dari ketrampilan yang di dapat.

Please follow and like us:

Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPTPPO)

Hari/Tanggal      :           Kamis, 19 April 2018

Narasumber       :

Drs. Sri Winarna, MSi (DP3AKB Prov Jateng) dan Witi

Muntari, SPdI (LRC-KJHAM)

Peserta               :

90 orang dari instansi vertikal, OPD terkait, Guru SD/SMP/sederajat, GOW, akademisi, LPMK, Kader  PKK dan Forum Anak

Uraian                 :

Kegiatan dilaksanakan di Ruang KALITAMAN Gedung Setda Lantai 2 bertujuan mendorong tindakan antisipasi Pemerintah Kota didukung stakeholders dalam meminimalisir human trafficking khususnya perempuan dan anak.

Please follow and like us:

Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak Dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) untuk melindungi perempuan dan anak di Salatiga

Terwujudnya penyebarluasan informasi terkait kebijakan dan program  Perlindungan Anak, kepada aparatur  Perangkat Daerah, Instansi Vertical, dan seluruh  stakeholder terkait, diselenggarakan dengan memberikan pembekalan informasi tentang fenomena dan fakta perdagangan orang serta eksploitasi seksual anak yang marak terjadi. Hal tersebut sebagai upaya penyadaran kepada aparatur dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak korban perdagangan orang dan eksploitasi seksual anak, serta mempercepat upaya pemerintah daerah membentuk regulasi daerah tentang pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Demikian  disampaikan oleh  Drs. Sri Winarna, MSi (Dinas P3AKB Provinsi Jateng) di hadapan  90 orang peserta yang  terdiri dari instansi vertikal, OPD, tenaga pendidik SD/SMP/sederajat, perwakilan GOW, akademisi, LPMK, PKK dan Forum Anak di Kota Salatiga.dalamkegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan  Terhadap Anak Dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Ruang Kalitaman lantai 2 Gedung Setda Jl. Letjen Sukowati No. 51, pada 19 April 2018.

Penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan  Terhadap Anak Dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),  bertujuan untuk mensosialisasikan kebijakan pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang. Selain itu, sosialisasi tersebut juga dimaksudkan untuk percepatan upaya pemerintah daerah membentuk regulasi daerah tentang pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang

Selain dari Dinas P3AKB Provinsi Jateng, pada kesempatan itu juga menghadirkan Witi Muntari, S.PdI,  narasumber/fasilitator dari LRC-KJHAM Semarang

Melalui kegiatan  ini diharapkan dapat : 1. Memperkuat peran dan kapasitas Aparatur Perangkat Daerah, instansi vertical serta seluruh stakeholder dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan Perlindungan Anak. 2. Meningkatkan komitmen Pemerintah dan Masyarakat di Kota Salatiga dalam upaya mewujudkan pembangunan yang responsive terhadap hak, kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi anak serta member ruang yang aman bagi anak. 3. Meningkatkan kebersamaan antara elemen masyarakat dengan pemerintah dalam peran serta membangun kesejahteraan dan Perlindungan anak di Kota Salatiga. 4. munculnya tindakan antisipasi Pemerintah Kota Salatiga yang didukung stakeholders dalam meminimalisir perdagangan orang khususnya perempuan dan anak.

Diharapkan, semua itu menjadi upaya yang dapat mendorong Pemerintah Kota Salatiga untuk segera mewujudkan Salatiga Kota LayakAnak (KLA).

Please follow and like us: